Tampilkan postingan dengan label pemasaran Rumah sakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pemasaran Rumah sakit. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 April 2012

once upon a time in my office


an office room can be boring for us or NOT:)) it depends on how you see it.  In my mind there is always beauty in an even the most place. Try to find it in yours, and sketch it fast! beware of the killer-warden-boss:D
have a nice day:)


Minggu, 11 Maret 2012

my new office room



It's about a week i'm in my new position in Nunukan hospital as chief of public relation and partnership. Still figuring out about what will i do for the next programs whilist trying to fix the former unbelievably messy program so it can run smoothly. The rest is good, nice and handy staff, comfortable room, and the chance to do more has open widely now...
here's my first sketch of our room__




Rabu, 10 November 2010

hari pahlawan 10 November 2010


Di hari pahlawan ini rasanya "durhaka" bila tidak memberikan sketsa buat ibu pertiwi, seharian kebetulan off jaga jadi kebingungan sendiri mencari objek sketsa yang cocok dengan tema sketsa.
Waktu telah menunjukkan pukul 20.00, untung ada berkas istri yang tertinggal di ruang kerja saya. Segera ke UGD mengambil berkas tersebut dan datanglah ide merekam kesibukan petugas UGD saat mereka bekerja. Sebuah kerja keras yang mungkin jarang kita perhatikan namun bermakna besar bagi pasien.

Dalam perkembangannya Rumah sakit Kami yang tergolong baru ini terus menerus berusaha seoptimal mungkin meningkatkan pelayanan terutama setelah masing-masing bagian memiliki standar pelayanan minimal, rumah sakit telah terstandarisasi dan siap untuk pelayanan yang lebih baik ke depan. (adv)

Rabu, 02 Juni 2010

Pemasaran Rumah Sakit- Sebuah Pengantar bagi RS Nunukan part1

Inti dari Pemasaran adalah menjual produk, dalam hal Rumah Sakit, produk yang ditawarkan berbeda dengan usaha lainnya karena di samping barang, produk utamanya adalah jasa. 

Rumah sakit (pemerintah) saat ini semakin bergeser paradigmanya dari fungsi sosial menjadi fungsi bisnis atau setidaknya semi bisnis. Hal ini dapat dimaklumi mengingat semakin besar dimensi Rumah Sakit, semakin banyak pula item yang harus dibiayai. Tentu hal ini juga mengingat keterbatasan birokrasi konvensional (sistem tender awal tahun anggaran), keterbatasan pemerintah, dan yang paling penting adalah tuntutan konsumen (kami bahasakan bukan pasien) akan pelayanan prima, bukan pelayanan apa adanya sebagaimana ciri umum Rumah Sakit Pemerintah tempo doeloe. 

Dalam memasarkan produk Rumah sakit penting untuk menampilkan merek yang kuat ("Brand Image"). Ini adalah salah satu kunci pemasaran yang baik. "Brand Image" kuat ini tentu tidak gratis, tidak pula diperoleh dari promosi besar-besaran yang mahal, bahkan pada beberapa produk sedikit menipu berbeda apa yang dijanjikan dengan kenyataannya demi meraup sebanyak-banyaknya konsumen. "Brand Image" suatu produk layanan jasa utamanya rumah sakit harus dibangun merujuk pada kepuasan pasien dan keluarganya terkait pelayanan rumah sakit. Ini bukan hal yang mudah, perlu ketekunan dan kerjasama yang baik antar personel rumah sakit dalam membangun kualitas layanan yang baik dan bersifat konstan bahkan jika mungkin meningkat tiap tahunnya. 

Pelayanan prima tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang baik. Kecakapan komunikasi, empati, dan keterampilan prima setiap lapisan anggota rumh sakit. Mengapa setiap anggota Rumah sakit? bukannya ujung tombak pelayanan adalah para pekerja yang bersentuhan langsung dengan pasien saja? Pertanyaan yang bagus. Anggota rumah sakit pada dasarnya adalah satu kesatuan dengan rumah sakit. Reputasi apapun yang mereka bangun baik positif maupun negatif selalu dikaitkan dengan institusi secara emosional karena mereka identik dengan itu. Saat tidak berada di Rumah sakit, karyawan rumah sakit di berbagai lini ini seolah menjadi "agen pemasaran" baik disadari maupun tidak. Hal negatif maupun positif akan mempangaruhi kinerja Rumah sakit secara tidak langsung, sehingga diperlukan kemampuan komunikasi yang baik dari tiap personel ini. 
Kemampuan verbal yang baik harus ditunjang oleh kualitas keterampilan prima baik managerial maupun fungsional. Apa yang harus dilakukan agar pondasi utama produk rumah sakit ini terbangun baik? Dimulai dari proses rekrutment, maintenance skil dan kemampuan komunikasi, kemudian evaluasi, hingga pada akhirnya proses reward and punishment yang transparan. semoga bisa menjadi bahan pertimbangan_