Minggu, 21 April 2019

Gowes Cantik di Sebatik 2

"Anak Muda Adalah Cabang Kegilaan"

Di tengah rutinitas dunia kerja yang tak lagi menantang, tidak ada salahnya menjawab tantangan anak muda bernama Lukman untuk mengelilingi sebatik kedua kalinya dalam waktu kurang dari 12 jam. Saya berpikir ini bisa dilakukan mengingat catatan waktu kami sebelumnya yang tidak terlalu buruk dan kemungkinan besar bisa ditingkatkan. Untuk memanaskan tantangan, Saya sengaja tidak meliburkan praktek sore agar ada motivasi ngebut di jalan hingga waktunya tepat bertemu dengan klien tersayang. Entah apa yang ada di pikiran anak muda ini, tugas kita-kita sebagai orang tua adalah membantu anak muda mencapai tujuannya, ini kenapa saya ikut.

Hiruk pikuk pemilihan umum sehari sebelumnya (17/04) tidak mempengaruhi perjalanan kami kali ini. Pulau Sebatik masih menjadi lokasi favorit kami melatih mental bersepeda. Berbeda dengan 2 tahun lalu di mana rute dibagi 2 hari sehingga kami menginap di Sei Pancang (http://senoajisketsa.blogspot.com/2017/04/gowes-cantik-di-sebatik-hari-1.html), kali ini kami merangkumnya dalam belasan jam saja mulai dari titik start hingga pulang ke rumah

Pulau Sebatik terletak di utara pulau Nunukan tempat kami tinggal. Jaraknya sekitar 6 kilometer menyebrangi selat. Kami pernah menjelajahi pulau ini dengan sepeda April 2017 lalu, start mulai dari pelabuhan Bambangan ke arah Selatan. Kali ini kami membalik rute start dari Bambangan lalu ke Utara menyusuri perbatasan Indonesia- Malaysia.

Saya bersama Lukman mencoba menyelesaikannya, mungkin ini yang pertama kali dilakukan dengan sepeda touring.

Karena prediksi perjalanannya sehari, persiapan tidak sebanyak 2 tahun lalu. Sepeda yang digunakan juga berbeda, karena targetnya kecepatan, sepeda besi ringan (CRMO_) dengan kelenturan baik seperti Suzuki tech1000 menjadi pilihan. Persiapan dilakukan mulai mengganti pedal dan ban yang memiliki rolling resistance rendah, menyiapkan peralatan seperlunya serta makanan. Tekanan darah diukur untuk melihat layak tidaknya kondisi tubuh untuk perjalanan.


Perjalanan dimulai pukul 06.38 start dari pelabuhan kayu Tunon Taka, Speed boat yang membawa kami hanya memerlukan waktu 15 menit untuk menyeberang, Sarapan dilakukan di jalan dengan bekal yang kami bawa. 



Ada hal yang menarik saat mengawali perjalanan. kami sama-sama menemukan bahwa sebetulnya sepeda kami tidak layak pakai. Bunyi berderik yang tadinya saya pikir berasal dari pedal ternyata berasal dari bottom bracket, sedangkan Lukman sendiri menemukan Rear Deraillure belakangnya sulit berpindah ke gir terbesar menyebabkan kesulitan saat menanjak.







daratan Pulau Nunukan dilihat dari Sebatik


Sebatik memiliki kontur geografis yang unik. Di etape pertama sisi utara pulau letak perbatasan Indonesia-Malaysia jalur sepanjang 29km dari Bambangan ini langsung disuguhi jalanan naik turun. tercatat di software pencatat jarak kami elevasi setinggi 1900an meter di atas permukaan laut. Ini sangat menguras tenaga. 





Jalanan yang dikabarkan putus telah diperbaiki



kecepatan maksimal sebelum puncak bukit keramat








11.20 kami tiba di Tugu Garuda Perkasa yang legendaris itu, Cuma satu di Indonesia. Untuk jarak 28 km ini kami menghabiskan waktu 4jam 45 menit hanya untuk sampai Sei Pancang. Setelah makan sejenak dan beristirahat, kami melanjutkan perjalanan dan Sholat dhuhur di Sei Taiwan. Sempat terpisah karena mesjid yang saya pikir sei Taiwan salah sebut menjadi Mesjid di jalan masuk Pantai Marina. Setelah melakukan regrup, rute sepanjang 20km membelah kebun-kebun sawit makin meningkatkan potensi dehidrasi. Setidaknya menghabiskan 3 botol air mineral besar hingga sampai di titik ini mulai dari Bambangan.



Suasana memasuki Kota Sebatik

Alexis KW2

Aji Kuning

jalan antara Ajikuning dengan Sei Taiwan


"Sebatik adalah area di mana manusia tidak butuh penis untuk pipis. 3 botol besar air mineral itu sukses hanya keluar lewat keringat"

perkebunan sawit di sisi timur pulau Sebatik





14.50 kami sampai di area Desa Setabu, Udara masih panas meski matahari mulai condong di balik pepohonan pinggir jalan yang tidak terlalu banyak.




16.30 kami tiba di Pelabuhan Mantikas. ide pulang lewat bambangan tampaknya kurang realistis mengingat jaraknya bisa memakan waktu 1 jam lagi dan kepastian mendapatkan speedboat di waktu senja kurang menjanjikan.


tiket di pelabuhan ini seharga Rp 20.000,- / orang, Sepeda tidak ditarik bayaran, tapi motor harus membayar biaya tambahan sebesar Rp 10.000,-. Kapal kayu "Dompeng" itu bermesin diesel 1 silinder, dinamai dompeng karena rata2 di mesinnya tertulis merek mesin : "dong Feng".

Karena sore hari kami baru menaiki perahu, ombak demikian tinggi, tidak banyak pilihan tempat duduk yang nyaman di situasi begini. Duduk paling belakang mingkin tidak terpengaruh guncangan ombak, tapi puas menghirup asap diesel dan asap rokok penumpang yang umumnya merokok di luar. Di dalam bagaimanapun terindung panas, meski bau asap tidak terlalu menyengat, ombak yang menghantam lambung depan lebih terasa. well it's a SH*T transportation and we had no choice.



18.20 Selalu ada ruang buat nasi padang



Keliling sebatik bukan perjalanan yang sempurna, namun tingkat kesulitan medan dan pengaturan waktu selama di perjalanan sambil mengatur tenaga adalah seni perjalanan yang sulit dilakukan tanpa kerjasama yang baik. Belum ada cara terbaik merayakan kesehatan dengan cara mengujinya baik secara mental maupun fisik selain dengan touring jarak jauh. 

Semoga nikmat sehat dan sempat kembali menghampiri untuk melakukan perjalanan berikutnya.





Minggu, 13 Januari 2019

Menjaga Kebugaran

Salah satu target pemeliharaan kesehatan di 2019 adalah bersepeda 90km/minggu, meningkat 20km dari tahun lalu. Alhamdulillah minggu ini walau dengan susah payah bisa tercapai. Pengukuran ini sengaja dilakukan agar mudah dipantau perkembangannya sesuai kondisi. 
Penambahan kilometer signifikan berasal dari libur akhir pekan. 

Semestinya tidak demikian. 



Pemantauan jarak juga berisi data apakah kesempatan harian bersepeda juga mendukung total capaian mingguan, karena menurut hemat saya olahraga yang hanya dilakukan tiap akhir pekan tidak menyehatkan, justru membahayakan kesehatan jantung. Tubuh kita memerlukan pembebanan berkala untuk memberi kesempatan jantung dan pembuluh darah serta paru-paru meningkatkan kapasitasnya. 

Bersepeda santai adalah cara yang aman bagi kesehatan tubuh kita terutama bagi sendi bergerak. Jika capaian 90km/minggu paling tidak jika bisa meluangkan waktu 40menit pagi dan sore rata2 15km/hari bisa dicapai dalam 6 hari seminggu.

Selamat mencoba, ingat...jangan dipaksakan

Senoaji Wijanarko

Senin, 17 Desember 2018

Berapa tekanan darah ideal?



Semakin menua manusia, banyak organ tubuh yang mulai menurun fungsinya. Termasuk jantung dan pembuluh darah. Kedua organ ini berperan aktif dalam pengukuran tekanan darah.
Meski cenderung naik di usia senja, tekanan darah yang disarankan adalah sistole di bawah 140 dan diastole di bawah 90 mmHg.
Mengapa di usia senja menjelang 40 tahun tensi kita cenderung naik? Beberapa penyebabnya adalah pengerasan dinding pembuluh darah, kebiasaan makan tinggi garam, kebiasaan merokok, serta obesitas /kegemukan. Seseorang dengan gaya hidup yang sehat tekanan darahnya cenderung terjaga di level 120/80. Ada pendapat mengatakan tekanan tinggi tidak apa asal tidak menimbulkan gejala sakit kepala, rasa berat di tengkuk, dan mual, tapi tidak. Meski tampak tidak bergejala, pembuluh darah tetap beresiko pecah (terutama di otak) karena melewati batas kemampuan menahan tekanan darah.
Bagaimana mencegah tingginya tekanan darah?
1. Olahraga.
Olahraga teratur menjamin lemak darah kita terjaga di level yang baik karena digunakan untuk sumber tenaga di samping glukosa. Untuk lebih optimal, pengurangan konsumsi karbohidrat juga dapat meningkatkan pemakaian lemak tubuh sehingga berat badan menurun. Pemeriksaan kolesterol total bisa jadi indikator awal meski tidak terlalu akurat krn saat berolahraga, kolesterol baik bisa naik di level yang menyehatkan
2. Makan makanan yang seimbang.
Makanan tinggi lemak tidak masalah asal konsumsi karbohidrat ditekan, begitu pula sebaliknya (pakai salah satu metodenya. Jangan lupa makan buah2an dan sayuran yang mengandung vitamin c untuk mendukung regenerasi sel dinding pembuluh darah agar tetap elastis (kekakuan pembuluh darah meningkatkan tekanan). Tidak perlu minum vitamin yang dijual bebas selama asupan makanan anda baik. Vitamin dosis tinggi membebani ginjal bahkan merusak dalam pemakaian lama. Kurangi pemakaian garam
3. Jaga berat badan agar tetap ideal.
Olahraga dan pemilihan pola makan bisa membantu menjaga berat badan. Bagaimana berat ideal? Silahkan Google "body mass index"
4. Kurangi kebiasaan merokok.
Nikotin dalam rokok berperan besar dalam pengerasan pembuluh darah, efeknya bisa ditebak: tekanan darah meningkat. Di samping itu, asapnya memberi efek kerusakan paru bagi lingkungannya.
Semoga bermanfaat.
Tetap sehat bersama kami.
dr. Senoaji Wijanarko, MARS
dipublikasikan 23 September

Kram.



Dalam bahasa awam diartikan sebagai kondisi otot kejang/kaku pada posisi tertentu. Gejalanya seringkali disertai nyeri dan makin nyeri jika digunakan bergerak. Penyebabnya adalah melakukan gerakan berulang dalam jangka waktu lama dengan cara memaksa kekuatan otot berlebihan, bisa juga karena melakukan gerakan berulang dengan posisi yang tidak ergonomis atau tidak pas.

Bagi pesepeda kondisi ini sering dialami saat bersepeda berkelompok. Karena ketidaktahuan, banyak pesepeda yang ingin mengikuti persis kayuhan teman di depannya. Padahal porsi dan beban latihan harian setiap orang berbeda. Solusinya mudah, setelah beberapa kilometer (menurut pengalaman antara 5-7km) pola kayuhan bersepeda beregu mulai tampak. Prinsipnya jangan ragu untuk melambat untuk mendapatkan irama kayuhan dari hasil pilihan gir anda sendiri.

Jika hal di atas tidak membantu, bisa jadi ada masalah dengan posisi pesepeda. Bike-fitting meski terkesan sederhana seringkali diabaikan, padahal untuk mencapai kondisi ideal pesepeda dengan sepedanya perlu waktu mulai dari pemilihan size yg tepat, kemudahan pengoperasian grupset/perangkat, hingga setelan handbar (setang) dan sadel.

Senoaji Wijanarko, dr., MARS.
3 agustus

Panduan ringan memilih sepeda.



Untuk sepeda intinya ada 3 peruntukan: aspal, offroad, dan hybrid
  1.  Aspal. 

Sepedanya bermacam2, touring, balap, atau city bike. 
_sepedaTouring_ utk pemakaian jarak jauh, ukurannya besar dan biasanya dilengkapi rak/bagasi utk beban, secara ergonomi lebih nyaman karena posisi tubuh tidak terlalu membungkuk. 
_Sepeda balap_ ukurannya biasanya kecil untuk mengejar kecepatan dibuat ringan, posisi tubuhnya enak buat balap tapi bisa melelahkan utk yg tidak terbiasa krn posisi membungkuk. 
_City bike_ biasanya digunakan utk dalam kota santai. Posisi kendara relatif tegak dan santai dilengkapi perangkat seadanya krn tidak untuk menanjak (tapi ini bisa diupgrade). Kategori ini sepeda mini dan lipat

2. offroad


Untuk offroad ada beberapa peruntukan: enduro (ketahanan) dan downhill
_enduro_ sepeda ini dibuat dg konstruksi geometri seperti sepeda jalanan dengan suspensi depan (hardtail), dan/atau dual suspension. Umumnya dilengkapi pengunci suensi agar bisa nyaman dijalankan di aspal. Karena geometri mirip sepeda jalanan, umumnya juga bisa digunakan utk touring
_downhill_ dibuat dengan presisi dan kekuatan yg baik khusus utk turun gunung dengan kecepatan tinggi. Kurang nyaman digunakan saat menanjak atau di jalan raya. Tapi menyenangkan untuk turunan krn bobot dan keamanan perangkatnya

3. hybrid
Sepeda ini dibuat untuk menyasati keterbatasan sepeda balap melewati jalan jelek, biasanya ban kecilnya tidak tahan lama. Ban sepeda balap yg aslinya kecil diganti besar.

Selamat memilih 

dr. Senoaji Wijanarko. MARS
Dipublikasikan 23 september

Takut Lemak?


Takut lemak?
Hiperkolesterol adalah kondisi di mana kadar kolesterol naik di atas rujukan normalnya. Umumnya sentra kesehatan menggunakan angka >200mg/dL untuk kolesterol total. Kondisi ini mudah terjadi saat hari raya di mana hidangan berlimpah mengandung kadar karbohidrat dan lemak yang begitu tinggi dan sering dikonsumsi berlebihan demi menghormati tuan2 rumah yang dikunjungi. Namun demikian mengkhawatirkan kolesterol seyogiyanya tidak perlu jika tahu dan bisa menyiasati cara makan yang benar dan menyenangkan.
Tingginya kadar kolesterol seringkali dihubungkan dengan penyakit jantung dan pembuluh darah yang ditandai dengan tingginya tensi (sistole >159 dan sistole >90 mmHg) tidak ada yang salah dengan itu. Tingginya kadar lemak selama bertahun2 menyebabkan lemak cenderung ditimbun dan yang beredar dalam darah menyebabkan darah lebih kental sehingga menambah beban jantung dan pembuluh darah. Efeknya hipertensi hingga stroke. Hal ini terjadi karena pola makan yang tidak tepat.
Asupan karbohidrat yang didaulat menjadi makanan pokok secara terus menerus menggerus kinerja insulin hingga level tertentu dan berakhir dengan diabetes di masa tua jika sama sekali tidak diimbangi kebiasaan hidup sehat seperti memanage stress dan olahraga rutin karena resistensi insulin.
Menyiasatinya bukan perkara sulit. Jika anda terpaksa memakan 2 komponen lemak dan karbohidrat itu, maka imbangi dengan olah raga, namun sepertinya butuh olahraga berat untuk sekedar menurunkan karbohidrat dan olahraga aerobik yang lebih lama lagi untuk membakar lemak. Yang termudah adalah menekan semaksimal mungkin karbohidrat dan gula, anda bisa tetap nyaman makan makanan berbahan lemak sebanyak mungkin lalu imbangi dengan olahraga aerobik (biasakan ini). Rasakan perbedaannya setelah membiasakan ini selama 3 bulan
takut lemak? saya lebih takut resiko diabetes
Tetap sehat bersama kami,
dr. 
Senoaji Wijanarko, MARS
judul foto: "the pain is real..."
Juni 19

Olahraga dan tekanan darah.


Berapa tekanan darah anda saat istirahat hari ini? Kontrol terhadap tekanan darah penting dilakukan setidaknya seminggu sekali. Dalam kondisi istirahat, tekanan manusia dewasa normal rata-rata adalah 120/80mmHg, tanda vital lain yang bisa diukur adalah nadi 80 denyut per menit (diukur dengan menempatkan 3 jari di pergelangan tangan atau antara leher dan dagu), dan pernafasan 24 kali permenit. 

Kontrol tekanan darah penting sebagai indikator awal munculnya gejala hipertensi yang ditandai dengan tekanan darah sistole >149 dan diastole >90 yang kerap muncul pada pasien berusia di atas 40 tahun
Olahraga aerobik (non kompetisi) seperti bersepeda santai, berlari/jogging, berenang, dll memberikan tubuh kesempatan bergerak secara kontinyu selama 45 menit, bahkan bisa lebih jika dilatih teratur tanpa banyak memberi beban tambahan ke jantung. Latihan pembebanan bertahap akan membantu jantung dan pembuluh darah meningkatkan kapasitas dan toleransinya terhadap kerja berat, penuaan, dan stress psikis. Jika dilakukan beregu/bersama menambah keuntungan psikis positif lain seperti meningkatnya kemampuan interaksi dan toleransi. 

Tekanan darah pada orang dengan kebiasaan olahraga yang baik umumnya berkisar antara 110/70 hingga 130/80 meski usia telah lanjut. Namun demikian, denyut nadi bisa jauh di bawah 80x/ menit mengingat kapasitas jantung meningkat sehingga untuk satu kali pemompaan volumenya di atas rata-rata. Pernafasan juga sama, dalam satu menit pernafasan bisa di bawah normalnya. Kondisi saat latihan membuat kita berusaha menjaga nafas agar tidak terengah-engah. Sehingga tubuh kita terlatih untuk "bernafas wajar".

Tetap sehat bersama kami.
dr. 
Senoaji Wijanarko, MARS
2 juni

Bersepeda Jarak Jauh (Long-distance Cycling)


Istilah “jauh” bisa berbeda beda bagi setiap orang. Ada yang menggambarkan jauh sebagai 10 km, 25, 100, 100km/hari selama berhari-hari. Ada juga yang menggambarkan jauh itu disesuaikan dengan sarana(lokasi, kondisi jalan, dll), prasarana (sepeda, uang, dll), serta waktu dan kesempatannya

term of long distance can be vary between people. Some cyclist describe it as 10 km, some are 25, and a few of them define 100km per day for days as their limit goes. Some reasonable cyclist define it based on facility (location, road condition, etc), tools (bicycle, money, etc), and moreover: time and the chances to do this precious cycling moment.
Pada pertengahan 2014 jarak jauh yang saya pahami tidak lebih dari 10km, itu pun harus survey menggunakan motor untuk menghitung berapa tanjakan yang harus dilalui antara ujung Aspal dan Pondok Gede. Setelah berlatih (tidak ada waktu khusus dialokasikan, intinya ke mana2 bersepeda di lingkungan sekitar kompleks) dengan sepeda yang memang sudah dirakit dari Nunukan, akhir 2014 ikut grup sepeda yang sering berkumpul di bundaran Hotel Indonesia dengan jarak sekitar 22km, jarak yang fantastis saat itu dan tentu saja disertai kejadian nyaris mati karena kehabisan nafas mengejar teman2. Kejadian ini tidak bisa dibiarkan, dengan mencari grup yang lebih toleran saya aktif mengikuti dengan irama kayuhan saya tentu, sehingga rata-rata jarak tempuh pun meningkat.

in the middle of 2014, long distance that i knew was not more than 10 km. It takes mini-survey to count many dificculties on the road with motorcycles between Ujung Aspal and Pondok Gede (Bekasi). After many practices (there were no particular time that allicated for these, basically i went everywhere on bicycle around the area of where i stayed) with bicycle that was built in Nunukan, North Borneo. At the end of 2014 there were bicycle club that alwyas gathering around in "Bundaran Hotel Indonesia" Jakarta. it's about 22 kilometers. It was a fantastic distance for beginner. At some point i almost died while chasing my senior. So i pick another group that more tolerant in my cycling capacity, and my strength soon gets better. 

Grup-grup sepeda ini juga bermacam-macam, selain ada grup-grup toleran tadi ada juga yang mementingkan ketepatan waktu dan irama kayuhan. Di grup-grup ini biasanya saya bergabung untuk mempelajari bagaimana mereka menjaga itu di perjalanan paling tidak sebulan sekali.Grup kami sendiri mulai berubah irama kayuhannya, lebih teratur, lebih “bersama”, makin jauh dan makin menantang rutenya

Jadi, jelajahi definisi jauh menurut anda dengan modalitas yang ada, semua berharga. Tidak ada yang lebih superior atau sebaliknya

dr. Senoaji Wijanarko. MARS
dipublikasikan pada 1 Juni di fb fanpage senoajisketsa

Pengantar Bersepeda (Cycling 101)



Politik yang saya tahu hanya soal sepeda, bagaimana menyalip sepeda lain di tanjakan, gowes ratusan km tanpa tampak lelah, hingga mengatasi kelelahan dengan recovery. Tapi sebelum itu simak dulu ini:
.
Tidak ada tips bersepeda yang benar2 pas sebetulnya. Tapi untuk lebih mudahnya bisa dimulai dari ukuran sepeda yang sesuai dengan tinggi badan (chart-nya ada di internet atau di link ini: https://senoajisketsa.blogspot.com/2016/09/bike-fitting.html ). Untuk roadbike dan cross country/off road sebaiknya ukuran lebih kecil dari normalnya dan bersumbu roda pendek. Karakternya memang dibutuhkan "twitchy" atau respon cepat.
Sepeda touring sedikit lebih besar tidak apa, mencari yang panjang chainstaynya lebih juga dianjurkan. Ini untuk menghindari tumit terbentur pannier yang biasa dibawa pesepeda touring. Respon kemudinya terasa lambat tapi ini yg dibutuhkan pesepeda jarak jauh: sepeda yang tidak "kagetan" 
Semuanya tentu diimbangi bikefitting dan grupset yang sesuai dan nyaman dipakai.

Lalu bagaimana tips bersepedanya? Kenali dulu batasan anda, jangan kuatir kalau merasa terbatas, kemampuan bisa ditingkatkan dg latihan berapapun usia anda.
Gunakan gear yang menurut anda ringan dan tidak melelahkan, sesekali bisa melatih ketahanan dengan rpm tinggi durasi 10 menit, jeda rpm biasa 30menit, lalu rpm tinggi lagi.
Tetap sehat bersama kami.

dr. 
Senoaji Wijanarko. MARS
(dipublikasikan pada 12 mei 2018 di fb fan page: senoajisketsa)


Cycling as far as i know is all about continuity in doing it. How to overcome uphill route, cycling hundreds of kilometers without much exhausting, and how to do recovery after it. But before all that here some tips about how to begin.
There is no single tips that suitable for all cyclist, but to make it simple we can start from bicycle size that suit you based on your height (many charts are on the internet or just visit: https://senoajisketsa.blogspot.com/2016/09/bike-fitting.html ).

For Road bike and Cross country/offroad bicycle, it's prefer to use smaller size than it used to and has short wheelbase. This kind of bicycle size is needed in order to get twitchy character for road or of road situation. This is different from touring or city bike. Touring/city bicycles are used to fulfill the rider's need of comfortable ride, usually long distance. Steering response is slow, thanks to long wheelbase to avoid heels hit the panniers.
All that will be adjusted seamlessly by bikefitting and suitable groupset that the cyclist needed.

What about the tips?
it is important to recognize tour boundaries, It's ok if you feel "limited" since it will reduced by more daily-dose light excercises no matter how old you are.
Use a light gear selection that suit you, light and doesn't makes you feel much exhausted, for a 30 minutes practice duration, you can practice at high rpm for 10 minutes, over and over again on daily basis.


Kamis, 06 Juli 2017

Sampai Jumpa Lagi, Monyet! (Sukamantri, 5-6 juli)

Entah berapa kali saya menginjak camping ground Sukamantri, alasan mengunjunginya berulang-ulang dengan kondisi cuaca yang sangat buruk pun menjadi pertanyaan penting yang kalau dijadikan tesis bisa membuat tidak lulus, apalagi sebagian besar saya melakukan perjalanan ke sana sendirian menembus hutan.
Sukamantri berada di kaki gunung halimun salak, sekitat 14 km dari terminal bus Baranangsiang Bogor, lalu ke arah Ciapus via Kebun Raya Bogor, lalu anda bisa bertanya dari sana .
Berbeda dengan camping sebelumnya, yang selalu kemalaman saat tiba karena menggunakan sepeda dari ujung aspal hingga tujuan sepanjang 49km, kali ini saya memanfaatkan jasa Bus Umum. Karena pertimbangan safety. Terakhir saya ke tempat ini sampai gapura "kujang raider" sekitar magrib, bertemu babi lumayan besar disertai hujan deras. Jalan berbatu yang sejatinya saat kering saja sulit dilewati sepeda makin sulit dilewati. Menjelang petang area ini memang sering hujan, entah hanya gerimis atau satu paket dengan badai dan petirnya.

Dari rumah pukul 08.30 bersepeda 10km ke terminal bus kampung Rambutan, banyak bus menuju Bogor dengan ongkos hanya Rp50.000 berikut sepedanya. Perjalanan ke baranangsiang sekitar 1jam 52 menit, lumayan waktu yang digunakan untuk tidur. Sempatkan sarapan sebelum berangkat, pilihan saya tongseng kambing dengan sedikit nasi (sudah 6 bulanan saya merubah diet saya menjadi ketogenik dengan menghindari gula dan karbohidrat berlebih). Pukul 11.02 tiba di Bogor.

Membutuhkan waktu 15 menit untuk menata ulang panniernya, dan butuh sedikit perjuangan melawan sisa kantuk. Efek "Bus-lag" selanjutnya bisa ditebak, gowes jadi lebih berat dari biasanya, belum lagi masuk tanjakan ciapus, matahari demikian terik. Disarankan menggunakan krim anti uv, kacamata gelap, dan lengan panjang (ketiganya tidak saya pakai :p) dan sepatu... (tidak saya pakai juga). Pokoknya harus pakailah...
Sepanjang perjalanan banyak mesjid yang airnya vukup lancar bagi muslim yang ingin sholat. Jadi jangan kuatir ketinggalan sholatnya.


Hingga tiba gapura Kujang raider sekitar pukul 16.00, dari situ sepeda tidak bisa dikendarai (sebetulnya 100m sebelumnya sudah harus dituntun), jadi harus dituntun sepanjang 1.5km dengan tanjakan terjal, berbatu dan berlumut. Di sini dituntut kehati-hatian dan terasa guna sepatu. Jika memungkinkan manajemen barang bawaan harus ditata agar tidak terlalu berat.
Jika masuk kujang raider sudah dalam kondisi gelap butuh cahaya senter untuk membantu penerangan. Ada 13 tikungan ke kanan maupun ke kiri..

Saat tiba di gerbang perkemahan, siapkan uang Rp.20.000,- /orang (sudah termasuk parkir sepeda dan jasa kebersihan). Tak seberapa jauh dari pos jaga warung makan menyambut ceria dengan menu standar bagi yang kelaparan instan. Pilihan saya: mie instan dengan potongan cabe rawit dan telur (perhatian! Tidak untuk ditiru!) .

Setelah menghabiskan makan malam, tepat 17.45 tenda didirikan hanya dalam waktu 15 menitan (mungkin lebih).


Pagi di sukamantri cukup menyenangkan, jika anda mencoba masak di depan tenda, akan didatangi "para tamu" yang sejatinya adalah penduduk lokal sukamantri: yup, sekumpulan kera-kera sekelurahan, perlu diingat agar jangan sekalipun meninggalkan makanan di luar tenda apalagi sengaja memberi mereka makan. Belakangan kera-kera ini demikian agresif mencuri makanan pengunjung :( ini tidak menyenangkan.



Hmm, satu hal lagi. Bumi perkemahan Sukamantri adalah lokasi perkemahan yang cukup populer, pengunjungnya saat liburan sangat banyak. Medannya cukup menantang bagi hiker dan pesepeda pemula, bahkan sering komunitas mobil offroad dan SUV ringan mengadakan gathering di lokasi ini. Tadinya saya berpikir akan sendirian di lokasi ini, ternyata tidak, liburan anak sekolah masih berlangsung alhasil sepanjang malam kita akan menikmati nyanyian mereka. Lumayan suaranya bagus sekali, tapi  akan jauh lebih bagus kalau tidak usah menyanyi.
Sampai bertemu lagi, monyet!
.
.
.
.
Eh, maksudnya pembaca :p