Tampilkan postingan dengan label plane. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label plane. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 April 2012

a few days in Jakarta (late march)

while waiting my next 5 hours flight to Jakarta:)

Once again, my job takes me to Jakarta, an annual short course about government public relation. It's all about how to manage things related to media and institution's (bad) news so it won't misinterpreted.



 all was drawed on canson sketchbook using a 0.1 drawing pen..

Senin, 02 Januari 2012

sketch tour: Balikpapan

19 December 2011, once again, my job takes me out of Nunukan, this time Balikpapan (east Borneo) is the destination. About 45 government employee in a group need medical supervision. But for me it's another sketch tour :)


situation in the meeting at one of Balikpapan city office


my room mate on the phone

a group of government employees working on their paperwork

"ong Sugi"

Sepinggan Airport, Balikpapan

leaving Balikpapan

Minggu, 25 Desember 2011

tour of duty_ Jakarta

4 December, i was assigned to attend a technical meeting that related to hospital management. 3 days of meeting plus 1 written test is very exhausting. There's not many sketchwork during this period even though about two times spare time gathering with people from Indonesia's Sketchers; with Atit Dwi Indarti, Toni Malakian, Azwan, Kris Wardana, and Igna in the first opportunity and with Tony Malakian, Yoso Bayudono, Pakcik Ahmad in the second one.

Here is the sketch report:)

leaving Tarakan with Lion Air_ a bit bumpy that affect the result:)
situation in the technical meeting




















after meeting, Atit invite me to sketch around Cikini. This is my first time to sketch in a relatively dark situation..not quiet  easy i suppose since the observation to detail is limited:)
a night music performance at tan ek tjoan rooftop on Cikini Street
after 2 days of meeting, some of my friend from Indonesia's sketchers invite me to sketch together
an indie music performance at Taman Ismail Marjuki

 3 days of meeting plus one final test really makes me hungry for sketching. PakCik Ahmad invite me, Toni Malakian and Yoso Bayudono to sketch around Hotel Indonesia after his work hour.

mobile cafe around Hotel Indonesia
pakcik Ahmad in action

Hyatt Hotel

Welcome statue

Sabtu, 24 Desember 2011

tour of duty_ Sukabumi-Jakarta

20 November, i was assigned to go to Sukabumi for a duty related to hospital management and marketting. It was, for me, another sketch tour to practice is waiting:) mostly here are human theme still a very challenging object, subjective but simple. More simple than sketching a building or architectural theme that takes time which is i don't have that luxury. But, in some occasion architectural theme, mechanical stuff still a very tempting objects to sketch.
The route of our journey (there were 4 of us leaving from Nunukan) is Nunukan- Tarakan- Jakarta- Sukabumi- Jakarta- Tarakan- Nunukan.


another passenger in Juata airport, Tarakan


Our Hospital Director, dr. Marwan

a passenger waiting for his next flight



while in modjok cafe watching final soccer game Indonesia vs Malaysia

at inul vista (house of karaoke)

satay padang time, straight 2 portion after arrive back from sukabumi

living room of where i spend my teenager time

meet mr. Freddy sofyan (senior artist)

leaving for Tarakan, in Express taxi [above]; in the gate A2 Soekarno Hatta airport [bottom]
in Lion air which takes me back to Tarakan

after breakfast at Harmonis hotel, before back home

Minggu, 31 Juli 2011

Moleskine in the airline business

sekali lagi, pekerjaan membawa ke dalam moda perjalanan yang sebelumnya saya hindari, cessna 208. Pesawat berbaling-baling satu yang dipiloti bule itu sepertinya meragukan. Setiap penumpang dan barang ditimbang, ini agak mengkhawatirkan. Setiap orang kemungkinan bisa membayar atas kelebihan beban yang "dideritanya" tapi apa bisa fee tersebut membayar kselamatan kami di udara dengan pesawat kecil itu?



haha_ kesan pertama sebelum menaiki cessna 208 milik maskapai Susi Air mendadak sirna ketika duduk tepat di belakang pilot berambut pirang (hanya ingat yg perempuan: Margaretha:). Interior rapi dibalut kulit pada kursi dan bahan fabrik berkualitas baik pada langit-langit, penyejuk udara dingin, dilengkapi layar navigasi canggih berlayar lebar buatan Garmin, membuat saya langsung melupakan semua kesan buruk hanya dengan menduduki kursinya. Musik lembut sebelum take off memenuhi ruangan tersambung dari Nokia N8 milik sang pilot yang tersambung ke sistem audio pesawat makin menenangkan saya (lagu "welcome to the jungle" kesukaan sangat tidak direkomendasi pada situasi ini)







Singkatnya, pesawat terbang menuju bandara tujuan. Serius mensketsa membuat saya tak sengaja jadi pusat perhatian beberapa penumpang. Rasa mual akibat konsentrasi berlebihan mulai menyerang, keringat dingin mengalir. beberapa saat saya alihkan perhatian ke sekeliling pesawat dan.... luar biasa, pesawat ini terbang rendah!!! ini pengalaman pertama terbang 30 menit serendah ini, tanpa guncangan akibat menabrak awan:)) rasa mual menghilang seketika berganti rasa ingin tahu melihat permukaan bumi yang indah.

Sekembali dari tempat tugas saya menaiki pesawat yang sama, membawa tamu dari Makassar yang juga mengalami penerbangan pertama mereka dengan Cessna 208:) Pendapat mereka sama, "tidak buruk sama sekali":) Well, silahkan menikmati sketsa-sketsa ini, sampai jumpa di petualangan berikutnya