Friday, January 22, 2010

Binatang Gebe

Hehehe.. Gebe lagi.. percayalah postingan yang lewat belum sepersepuluhnya dari hasil jepretan saya melalui kamera Sony DSC-H7 dan Sony Ericsson K800i yang keduanya sama-sama memiliki label "cybershot" keduanya jadi mata ke-dua dan ke-tiga saya melihat dunia lebih baik. langsung saja..



1. jangan tanya burung apa ini, yang jelas sangat jarang muncul..




2. kelelawar ini sempat bikin mati lampu dari malam sampai pagi, bentangan sayapnya 1 meter, besar sekali..

3. sebelum berangkat pagi tiba-tiba burung pemakan buah ini menabrak kaca jendela tetangga


 4. apa di belakang itu? Lapangan Golf di Gebe! anda tidak sedang bermimpi, pada pagi hari
di Hole ke-5 sapi milik teman dari Tana Toraja ini merumput di sini.





5. tidak jauh dari kumpulan sapi di atas, makhluk cantik ini di atasku..



6. lagi-lagi saya tidak tahu namanya, tapi salah satu burung khas Gebe ini selalu menggerakkan ekornya saat berkicau, saya menyebutnya "the tuxedo"

 
7. Barisan merpati di Pasar Kapaleo..

Sementara itu dulu, sekarang pukul 22.36 WITA:).. semua gambar di atas di ambil dengan kamera Sony H7 tanpa di-retouch, bukan kamera terbaik di dunia namun buat pemula sangat akomodatif. Sebisa mungkin gunakan fitur manualnya agar dasar penggunaan setelan bukaan diafragma, shutter speed, hingga iso dapat lebih dikenali.
Pada prinsipnya dalam fotografi sangat dianjurkan menggunakan iso terendah (80,100,200). Hal ini sulit dilakukan pada mode auto karena iso menyesuaikan dengan intensitas cahaya ruangan. Dalam ruangan remang tanpa penggunaan Blitz mode Auto mengkompensasinya dengan menaikkan iso, namun perhatikan hasilnya, banyak muncul noise/grain pada gambar, kesannya pecah-pecah. sehingga dianjurkan penggunaan blitz untuk kondisi pencahayaan remang. (perhatikan gambar No.3 banyak bintik-bintik putih hasil kompensasi iso)
Hal lain yang perlu diingat dalam penggunaan kamera digital adalah sangat bergantung cahaya dan kekuatan baterai. penggunaan blitz yang baik pada kondisi cahaya remang dapat mengatasi hal ini  dengan baik. Ada dua mode penggunaan blitz yaitu yang biasa dan reduksi "mata merah". pada Sony H7 fasilitas reduksi mata merah ini cukup menguras baterai setelah 100 shot. Untuk itu dapat diakali dengan menggunakan mode blitz biasa lalu mengarahkan objek foto agar tidak melihat kamera. Cara ini cukup ampuh untuk menghindari pantulan blitz melalui dasar mata(retina). mengenai kekuatan baterai, berhubung kamera ini menggunakan autofocus, akurasi fokus dipengaruhi kekuatan baterai. bila baterai lemah untuk pengambilan gambar cepat fokusnya kadang kabur..
semoga bermanfaat..(diambil dari berbagai sumber utamanya buku digital Photography)


4 comments:

veronika said...

Foto kelelawarnya lebih oke lagi kalo diambilnya dengan obyek lain sebagai pembanding "kebesarannya". di foto ini, nggak kebayang kalo ternyata kelelawarnya besar. fave, yang burung putih. nicee..

senoaji said...

di depan mukanya kelelawar ada bintik hitam kecil, itu lalat hehehe. soal pembanding,selain lalat tadi jarak antara kabel listrik cukup lebar lho:)

senoaji said...

btw thx komennya, jgan sungkan2 ya.. baru belajar sih:)

Anonymous said...

yup